Kisah sengsara 5

Meditasi III
Persiapan Perjamuan Anak
Domba Paskah

 

Ketika para murid telah selesai berbicara dengan Heli dari Hebron, Heli pulang ke rumah lewat lapangan, sementara mereka berbelok ke kanan dan bergegas menuruni sisi utara bukit, melintasi Sion. Lalu, mereka menyeberangi sebuah jembatan dan menyusuri suatu jalanan yang penuh semak duri, tiba di seberang ngarai yang terletak di depan Bait Allah, dan di sisi deretan rumah yang ada di selatan bangunan. Di sana berdirilah rumah Simeon tua, yang wafat di Bait Allah setelah Kanak-kanak Yesus dipersembahkan di sana; putera-putera Simeon, yang sebagian di antaranya secara sembunyi-sembunyi menjadi murid Yesus, tinggal di sana. Para rasul berbicara kepada seorang dari mereka: seorang lelaki berperawakan tinggi dan berkulit gelap, yang memegang jabatan di Bait Allah. Bersamanya, para rasul menuju sisi timur Bait Suci, melalui wilayah Ophel yang dilalui Yesus saat Ia masuk ke Yerusalem pada hari Minggu Palma, lalu menuju pasar hewan yang ada di kota, di sebelah utara Bait Allah. Di sebelah selatan pasar, aku melihat kandang-kandang kecil di mana anak-anak domba yang elok sedang bermain-main. Di sinilah anak-anak domba Paskah dibeli. Aku melihat putera Simeon masuk ke dalam salah satu kandang; anak-anak domba segera berloncatan sekelilingnya seolah mereka mengenalnya. Ia memilih empat ekor dari antara mereka, yang dibawa ke ruang perjamuan. Siang itu, aku melihatnya di ruang perjamuan, sibuk mempersiapkan anak domba Paskah.

 

Aku melihat Petrus dan Yohanes pergi ke beberapa tempat di kota dan memesan berbagai macam barang. Aku melihat mereka juga berdiri di depan pintu sebuah rumah yang terletak di sebelah utara Bukit Kalvari, di mana para murid Yesus biasa menumpang, rumah milik Serafia (yang kelak dikenal sebagai Veronica). Petrus dan Yohanes mengutus beberapa murid dari sana ke ruang perjamuan, menyampaikan beberapa arahan tugas kepada mereka, yang telah terlupakan olehku.

 

Mereka juga masuk ke dalam rumah Serafia, di mana mereka harus mempersiapkan beberapa hal. Suami Serafia, yang adalah seorang anggota sidang, biasanya tidak berada di tempat, sibuk dengan usahanya; tetapi walau ia di rumah, Serafia jarang bertemu dengannya. Serafia adalah seorang perempuan yang kurang lebih sebaya dengan Santa Perawan; telah lama ia berhubungan baik dengan Keluarga Kudus; pada waktu Kanak-kanak Yesus tinggal tiga hari lamanya di Yerusalem setelah perayaan, dialah yang menyediakan makanan untuk-Nya.

 

Dari sana, di antara berbagai barang lain, kedua rasul mengambil piala yang nantinya dipergunakan Tuhan kita dalam penetapan Ekaristi Kudus.

“diterjemahkan oleh YESAYA: http://www.indocell.net/yesaya”

Iklan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: